Gading    |    Serpong    |    Kebayoran    |    Chinatown    |   Puri    |    Pluit Kapuk    |    CitraPalem    |    Bekasi    |    Cibubur    |   Sunter    |    Depok    |    Bogor

Warga Kranggan Hasilkan Kacang Sangrai Super

bengkel-kacang

DI Indonesia, kacang tanah merupakan tanaman pangan yang mendapat prioritas kedua untuk dikembangkan dan ditingkatkan produksinya setelah padi. Kacang tanah dan produk turunannya pun tumbuh menjadi komoditi yang cukup menjanjikan. saja Coba saja tengok Desa Kranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. Sebagian besar warga desa berpenduduk 6.600 jiwa ini mengembangkan industri rumahan kacang sangrai sebagai mata pencahariannya.

Turmudi, salah satu pelaku usaha kacang sangrai menjelaskan, home industry kacang sangrai di Desa Kranggan sudah berdiri sejak 1960-an. Rata-rata usaha kacang sangrai merupakan usaha turun temurun dari keluarga. Turmudi sendiri sudah 15 tahun menggeluti bisnis ini. Sedikitnya terdapat 15 usaha rakyat yang masih bertahan di lokasi tersebut. “Usaha ini merupakan warisan keluarga yang memiliki nilai sejarah yang tinggi dan tidak akan hilang. Desa kami pun dikenal dengan sebutan kampung bengkel kacang sangrai,” kata Turmudi.

Setiap harinya para produsen bengkel kacang sangrai bisa memproduksi satu ton kacang sangrai. Cara pengolahan pun tidak seberapa sulit. Kacang tanah yang telah dijemur selama dua hari, langsung disangrai menggunakan pasir dalam kuali ukuran besar. Uniknya, untuk memasaknya masih mempertahankan peralatan tradisional, yaitu tungku bakar dan kuali besar. “Meski cara masak tradisonal, kerenyahan dan gurihnya kacang sangrai di sini tak kalah rasanya dengan kacang oven,” ujar Turmudi bangga.

Untuk bahan baku kacang tanah, warga Desa Kranggan masih mengandalkan produksi kacang tanah dari luar daerah, seperti Cilegon, Brebes, Tegal serta wilayah tetangga seperti Pagedangan dan Dandang. “Keterbatasan lahan pertanian menjadi kendala kami,” ujar Turmudi. Tangerang, Jakarta hingga Bogor menjadi pasar utama produk kacang sangrai Kranggan. “Dulunya kami berjualan berkeliling. Seiring berjalannya waktu, keberadaan kami sudah dikenal oleh konsumen dari berbagai daerah dan tak jarang ada juga yang datang langsung ke sini,” lanjutnya.

Turmudi sendiri mengaku dalam sehari bisa menjual kacang sangrai sekitar 300 liter kacang sangrai. Setiap liternya dihargai Rp 5.500 untuk kualitas standar dan Rp 6 ribu untuk kualitas super. Dalam sebulan ia bisa menghasilkan omzet penjualan sebesar Rp 30 juta. Sementara itu, Agus Muhdi Kepala Desa Kranggan mengatakan, selama ini pemerintah belum serius memperhatikan usaha rakyat ini. Namun, pihaknya terus melakukan pembinaan terhadap warga untuk membentuk koperasi. Koperasi diharapkan akan membantu masyarakat dari segi permodalan dan pemasaran. “Usaha ini merupakan usaha unggulan masyarakat dan saya harap akan terus berjalan,” harapnya.(GALIH)

4 Comments

  1. Diat says:

    mohon info nomor tlp/HP pak Turmudi produsen kacang tanah sangrai

    Terima kasih

    diat
    0811 200 3009

    Reply
  2. deny says:

    Mohon info juga no HP bapak Turmudi, jika memang berjodoh bisa terjalin kerjasama saling menguntungkan kedepannya, terima kasih…

    Deny (Bandar Lampung)
    081369575889

    Reply
  3. danik says:

    MOHON INFO NO TELP PABRIKNYA PAK
    saya butuh supply kacang ini
    makasih…DANI 08175265006

    Reply
  4. indera (bekasi) says:

    mohon info nomor telepon / alamat Bapak Turmudi, saya mau kerjasama utk usaha saya yg bahan bakunya adalah kacang sangrai.

    Reply

Leave a Comment